Selasa, 15 September 2009

Waktu Turunnya Laelatul Qadar

Waktu Turunnya Laelatul Qadar



والسلام اَرُوْا لَيْلَةَ الْقَدْرِ فِى الْمَنَامِ فِى السَّبْعِ اْلأَوَاخِرِ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه والسلام أَرَى رُؤْيَاكُمْ قَدْ

تَوَاطَأَتْ فِى السَّبْعِ اْلأَوَاخِرِ فَمَنْ كَانَ مُتَحَرِّيَهَافَلْيَتَحَرَّهَا فِى السَّبْعِ اْلأَوَاخِرِ

213. Dari Ibnu Umar RA (menceritakan):
“Bahwa beberapa orang sahabat Nabi SAW mendapatkan mimpi bahwa laelatul qodar terjadi pada tujuh malam yang terakhir (bulan Ramadhan). Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Aku juga telah bermimpi serupa mimpi kamu, sesuai bahwa laelatul qodar terjadi pada tujuh malam yang terakhir. Sebab itu barang siapa yang mencarinya (laelatul qodar), hendaklah dicarinya pada tujuh malam terakhir.”

عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيْهِ قَالَ رَأَى رَجُلٌ أَنَّ لَيْلَةَ الْقَدْرِ سَبْعٍ وَعِشْرِيْنَ فَقَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه والسلام أَرَى رُؤْيَاكُمْ فِى الْعِشْرِ اْلأَوَاخِرِ فَاطْلُبُوْهَا فِى الْوِتْرِ مِنْهَا

232. Dari Salim dari bapaknya berkata:
“Seorang laki-laki bermimpi bahwa laelatul qadar itu pada malam yang ke dua puluh tujuh. Lalu Nabi SAW bersabda: “Aku bermimpi serupa mimpi kamu, yaitu dalam sepuluh malam yang terakhir. Sebab itu carilah pada malam yang ganjil diantaranya.”

عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ عُمَرَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام يَقُوْلُ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ اِنَّ نَاسًا مِنْكُمْ قَدْ اَرُوْا أَنَّهَا فِى السَّبْعِ اْلأُوَلِ وَأُرِيَ نَاسٌ مِنْكُمْ أَنَّهَا فِى السَّبْعِ الْغَوَابِرِ فَالْتَمِسُوْهَا فِى الْعَشْرِ الْغَوَابِرِ

233. Dari Abdullah bin Umar RA berkata:
“Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda tentang laelatul qadar. Sesungguhnya beberapa orang diantara kamu telam mimpi bahwa laelatul qodar itu terjadi pada tujuh malam pertama. Dan beberapa orang diantara kamu bermimpi, bahwa terjadi pada tujuh malam yang terakhir. Sebab itu, carilah laelatul qodar pada sepuluh malam yang terakhir.”

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه والسلام أُرِيْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ ثُمَّ أَيْقَظَنِى بَعْضُ أَهْلِى فَنُسِّيْتُهَا فَالْتَمِسُوْهَا فِى الْعَشْرِالْغَوَابِرِ

234. Dari Abu Hurairah RA berkata:
“Rasulullah SAW bersabda: “Dimimpikan kepadaku malam laelatul qodar, lalu aku dibangunkan oleh seorang isteriku sehingga aku lupa waktunya (yang pasti). Sebab itu carilah laelatul qodar pada sepuluh malam yang terakhir.”

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ تَذَاكَرْنَا لَيْلَةَ الْقَدْرِ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه والسلام فَقَالَ أَيُّكُمْ يَذْكُرُ حِيْنَ طَلَعَ الْقَمَرِ وَهُوَ مِثْلُ شِقِّ جَفْنَةٍ

237. Dari Abu Haurairah RA berkata:
“Kami membicarakan laelatul qadar dekat Rasulullah SAW. Lalu beliau berkata: “Siapakah diantara kamu yang masih ingat ketika bulan terbit, bentuknya sebagai mangkok dibelah dua?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar pesan dan kesan anda disini